Showing posts with label culinary food. Show all posts
Showing posts with label culinary food. Show all posts

Lunch di Saung Bambu Racik Desa Limbangan Garut

Lunch di Saung Bambu Racik Desa Limbangan Garut - Pilihan untuk yang bosan dengan wisata kuliner di tengah kota. Buat anda yang sedang berada di Jawa Barat terutama seputaran Bandung weekends are the worst possible time to find some place to eat and relax, jadi pilihan adalah keluar kota, So...yang paling make sense adalah go to the opposite, which is East. Ke arah timur ada beberapa pilihan seperti Sumedang, Garut, Limbangan, Jatinangor, Kuningan, Cirebon. See more Iga Bakar Jogja Bandung


But seriously, coba ke Limbangan, arah ke Garut (Bandung>Jatinganor>Rancaekek>Limbangan/Garut) tapi setelah lewat rel kereta dan ketemu dua cabang (kanan naik ke Garut, Kiri turun ke Limbangan) ambil ke kiri.

Nasi Tutug Oncom

Terus aja sekitar 3 km akan ketemu di sebelah kiri "RACIK DESA", tempatnya nyaman.

Resto ini spesialisasinya, like the others, adalah strawberi. You should order "sambal strawbery" sama sate kambingnya....dijamin Mankyusssssssssssssss (copyright Wisata Kuliner). Selain itu both gurame bakar sama gurame goreng nya bener2 bikin lo ngacay (sundanese temrm of drooling). Wat more?!?....Nasi liwet yang super enak dan lengkap dan masih banyak lagi menunya.

Paket 4 Nasi + Ayam

Other than food, Racik Desa punya fasilitas outbond seperti petik kebun strawberi, flying fox (in my case it wud be flying bull), dan masih banyak aktifitas fisik lainnya (dunno the names). Bring your camera, it's a must, pemandangannya bagus
READ MORE - Lunch di Saung Bambu Racik Desa Limbangan Garut

Iga Bakar Jogja Bandung

Iga Bakar Jogja Bandung - Jalan jalan ke kota bandung sebagai kota yang terkenal dengan wisata kulinernya tentunya kurang afdol kalau tidak mencoba mampir ke iga bakar jogja yang terletak di Jl. Wastukencana No. 51, Bandung; Iga Bakar Jogja adalah sebuah restoran yang khusus menyajikan iga panggang. Mereka melayani porsi kecil, menengah hingga besar, yang sesuai dengan selera pelanggan.

Iga Bakar Jogja Bandung

Menu di Iga Bakar Jogja disajikan dengan beberapa pilihan saus; pedas, madu atau barbeque. Minuman favorit di sini ada Honey Ice Lime yang sangat menyegarkan. Layanan yang ramah para pegawainya akan melengkapi pengalaman kuliner Anda.

READ MORE - Iga Bakar Jogja Bandung

Batagor RIRI in Bandung

Batagor RIRI in Bandung  - Salah satu kuliner Bandung yang banyak diburu oleh para wisatawan adalah Batagor. Salah satu "top of mind" dari batagor Bandung ini adalah Batagor RIRI. Yup, Batagor Riri disebut-sebut sebagai salah satu pelopor yang membuat nama Batagor menjadi kondang sebagai kuliner khas kota Bandung. Kelebihannya menurut saya salah satunya ada di tahunya, karena tahu bandung memang terkenal kelezatannya. Ditambah dengan bumbu kacang yang khas dengan tingkat kepedasan yang pas.... Seluruupp... Oh iya, biasanya selain batagor, orang juga memesan siomay. Isinya sama, tapi jika batagor menggunakan tahu sebagai "kulit"nya sedangkan siomay menggunakan pangsit.


Saat ini Batagor Riri juga melakukan diversifikasi makanan dengan menambahkan sajian Bakso Malang. Tapi menurut saya masih agak jauh rasanya jika dibandingkan dengan "tetangga"nya, Bakso Malang Enggal. Saya juga mencoba Batagor kuah yang tidak diberi bumbu kacang tapi dikasih kuah. Enak sih, tapi tentu saja kalah "menggigit" jika dibandingkan Batagor biasa. Bumbu kacang merupakan salah satu point utama dari sajian batagor ini, itu yang hilang dari sajian batagor kuah.


Batagor RIRI bisa kita santap di tempat atau kita bungkus untuk dijadikan buah tangan. Biasanya dijual dalam paket yang berisi 10 buah batagor atau siomay, tergantung selera. Bisa kita pilih sendiri variasinya. Kita pun bisa memesannya 1/2 matang, sehingga kita dapat menggorengnya kembali ketika sampai rumah. Tapi ingat, karena tidak menggunakan bahan pengawet, batagor ini hanya tahan 24 jam saja, kecuali jika dimasukkan ke dalam kulkas bisa tahan 3-4 hari. Harga satu buah batagor/siomay nya Rp. 7000. Cukup mahal memang...

Selain pusatnya di Jl. Burangrang ini, Batagor Riri yang mulai membuka usahanya sejak 1985 ini, juga telah mempunyai cabang di beberapa tempat di Bandung yaitu di Paskal Hypersquare, Jl Kebon kawung, Mode Plus (Setiabudi), Level Outlet (Dago) dan Sosis Kita (Pasirkaliki). Semua cabangnya memang hanya ada di kota Bandung. Buat yang di luar Bandung??? Ya dateng aja ke Bandung hehehe

Batagor RIRI
Jl. Burangrang 41 Bandung
Telp (022) 7303349


Source: www.banyumurti.net
READ MORE - Batagor RIRI in Bandung

Bakmi Jogja Bengawan in Bandung

Bakmi Jogja Bengawan in Bandung - "Menikmati suasana Jogja di Tatar Pasundan", itu yang pertama kali saya rasakan ketika masuk ke dalam Kedai Bakmi Jogja Bengawan ini. Menu andalannya ada Bakmi, ada pilihannya yaitu Godhok (rebus)/Goreng/ Nyemek (basah tapi tidak terlalu berkuah seperti godhok). Saya pesan Bakmi Nyemek. Memang ya, kalo masakan dimasaknya pake areng, belum pernah kecewa deh. Bakmi Jawa yang dimasak dengan telur, potongan ayam dan kol ini rasanya aduhaii, mirip ketika saya menikmatinya di Kota Jogja langsung seperti di Bakmi Jombor atau Pak Pele. Slurruuppp... Harga: Rp.17.000,-


Selain bakmi atau bihun, Bakmi Jogja Bengawan ini juga menyediakan Nasi Goreng Jogja sebagai pilihan menunya. Atau kita juga bisa pilih Nasi Ruwet, serupa dengan nasi goreng tapi ditambahkan mie juga. Orang juga sering menyebutnya dengan Nasi Mawut atau Magelangan. Dengan tingkat kepedasan "sedang", manis dan pedasnya Nasi Ruwet ini begitu memanjakan lidah. Uenak bangeett... Bumbunya meresap di tiap bulir nasinya, mungkin ini juga efek masak pake arang :) Jika mau kita juga bisa menambahkan ati ampela/uritan/brutu/sewiwi untuk memperkaya isi dari Nasi Ruwet ini. Harga: Rp. 17.000,-


Minumnya? Coba Ronde Jogja-nya. Atau kalau kenyang pilih Teh Poci Gula Batu. Teh tubruk yang disajikan dalam poci dan disandingkan dengan gula batu pada cangkirnya, ini adalah minuman favorit saya sepanjang masa. Selain teh tubruk yang panas dan pekat, aroma manis yang diberikan oleh gula batunya juga menimbulkan rasa yang berbeda. Menyegarkan raga sekaligus jiwa kita
*lebay mode on* :) Rp.8500,-


Asalnya Bakmi Jogja ini menempati rumah di bilangan Jl Bengawan, Bandung sebelum pindah ke kawasan Taman Pramuka. Oleh karena itu nama Bengawan masih melekat di nama "Bakmi Jogja"-nya agar pengunjung tidak salah. Berbeda dengan rumah makan lain, Bakmi Jogja Bengawan ini "menyimpan" dapurnya justru bagian paling depan, sehingga pengunjung bisa melihat langsung proses pembuatan makanan yang dipesan. Musik gending Jawa yang mengalun syahdu, pakaian yang dikenakan sampai bahasa Jawa halus yang digunakan para pelayannya membuat kita lupa bahwa kita sedang menikmati kuliner di Bandung. Suasana Jogja memang tampaknya sengaja diciptakan sang pemiliki secara total, sehingga para pelayannya pun tak sungkan berbahasa Jawa halus jiga mengetahui pelanggannya dapat berbahasa Jawa. Sangat direkomendasikan buat yang ingin merasakan Bakmi Jogja asli di ibu kota Jawa Barat ini...

Source: www.banyumurti.net
READ MORE - Bakmi Jogja Bengawan in Bandung

Restaurant in Bandung - West Java Indonesia

Restaurant in Bandung - West Java Indonesia

Warung Laos
Eykman Street 2
Phone: (022) 2030516

18hrs Cafe
Setiabudi Street 103F
Phone: (022) 2032600

Ilalang
Karang Layung Street 24
Phone: (022) 2032818

Tomodachi
Dr. Rajiman Street 5-7
Phone: (022) 4264888

Venezia
Sukajadi Street 205
Phone: (022) 2031277

Milan
Pelajar Pejuang Street 91
Phone: (022) 7323236

Dacosta
Sawunggaling Street 13
Phone: (022) 4218254

Chiba
Dr. Rum Street 16
Phone: (022) 4217538

Cellar
Diponegoro Street 9
Phone: (022) 4203588

Cafe Halaman
Taman Sari Street 92 Bandung
Phone: (022) 2512350

Boga Kuring
Dago Bukit Utara Street 53
Phone: (022) 2505365

Sari Sunda
Lengkong Besar Street 77 & 18A
Phone: (022) 4238125

Excelso
Dr.Setiabudhi Street 46
Phone: (022) 2031772

Kedai Nyonya Rumah
Naripan Street 92 C
Phone: (022) 4210426

Dakken
R.E.Martadinata Street 67
Phone: (022) 4209506
   

Arar
Dr. Sutami Street 52A
Phone: (022) 2007363

Invio
Ciliwung Street 9
Phone: (022) 7234165

Cafe Bali
R.E. Martadinata Street 215
Phone: (022) 7217490

Peps Cafe
Ciumbuleuit Street 167B
Phone: (022) 2042581

Cafein
Ciumbuleuit Street 163A
Phone: (022) 2042010

Origano Cafe
Jl. Dr.Rajiman Street 1
Phone: (022) 4233928

Cafe Pinggir Jalan
Jl. Dr.Setiabudhi Street 353
Phone: (022) 2014470

Sunda Kelapa
Pasir Kaliki Street 185
Phone: (022) 6071436
   

The Valley Bistro Cafe
Lembah Pakar Timur Street 28
Phone: (022) 2511450

Calista Cafe
Bukit Pakar Timur IV Street Kav BI
Phone: (022) 2513355

Mc Nzie
Bukit Pakar Timur Street 73
Phone: (022) 2501030

Cafe Bunga
Kolonel Masturi Street Km 9
Phone: (022) 2789563

The Malya Bandung
Ranca Bentang Street 56-58
Phone: (022) 2030333

Glossis
Jl. Gunung Agung Street 8
Phone: (022) 2031438

Cafe Tortilla
Jl. Dr.Setiabudhi Street 438
Phone: (022) 2014470
READ MORE - Restaurant in Bandung - West Java Indonesia

Enjoying Colors in Your Diet

Enjoying Colors in Your Diet - How purple and blue foods make it deliciously easy to eat healthy. (Family Features) If there's one rule to remember about healthy eating, it's to eat your colors. Colorful fruits and vegetables offer vitamins, minerals and beneficial plant nutrients for health. And while it's important to explore the entire culinary rainbow, you may want to pay more attention to the purples and blues.


According to a new analysis of the diets of more than 15,000 children and adults, consuming purple/blue foods, such as Concord grapes and 100 percent juice made with Concord grapes, may help children and adults get more of the nutrients they need each day and have overall healthier diets. In general, children and adults who consumed purple and blue produce ate more fruit and had healthier diets compared to non-purple/blue produce eaters. But only three percent of American's fruit and vegetable intake is from the purple/blue category, according to the Produce for Better Health Foundation.

The report, published in the May/June 2011 issue of the American Journal of Lifestyle Medicine, also found that consumption of purple and blue produce among adults was associated with a reduced risk of metabolic syndrome, a group of indicators that may predict risk for certain health issues like cardiovascular disease.

So what are some easy ways that you can get more purple and blue in your diet?

Drink it up - Four ounces of Welch's 100 percent Grape Juice made with Concord grapes offers a full serving (or a 1/2 cup) of fruit.

Eat it fresh - Enjoy a blackberry smoothie with breakfast. Toss up a salad that includes raisins, or purple cabbage. Snack on some figs or purple grapes. Or try this recipe for Roasted Fennel, Pear and Arugula Salad with Balsamic-Grape Vinaigrette.

Cook it fast - Make a quick stir fry with purple cabbage and purple peppers. Try some grilled eggplant, purple endive or purple asparagus. Roast some purple potatoes tossed with olive oil and herbs as a simple side dish.

Visit www.welchs.com for more heart-healthy recipes and resources. And for more information on the science behind the dark purple Concord grape and its health benefits, including heart health, visit the Grape Science Center at www.grapescience.com.

SOURCE : Welch's
READ MORE - Enjoying Colors in Your Diet

Restaurants Week 2011

Restaurants Week 2011
Sevilla and Valladolid are perhaps two of the Spanish cities where more entrenched is the celebration of Easter. So today in DecoEstilo, we moved to these destinations and will offer two restaurants that are sure to enjoy his cuisine.
Located in the historic heart of Valladolid, near the Torre de San Lorenzo, in a medieval setting, surrounded by museums, mansions and palaces of sharp austerity of Castile, is the restaurant La Parrilla de San Lorenzo (C / Pedro Niño, 1. 47001, Valladolid. http://hotelconvento.es/la-parrilla-de-san-lorenzo/la-parrilla-de-san-lorenzo/ Tel 983 335 088).
"Art" and "taste" are two concepts that best define the maximum governed by this establishment, as both combine to perfection. The diner will be surrounded by works of art and taste a cuisine that is a true combination between dialogue, culture and a more extensive knowledge of gastronomy.
Meat, fruit Spanish optimum land or fish from the seas near the plateau that arrive each day to the grill, are transformed into splendid dessert fruit to suit the most discerning tastes.
In desserts achieved a successful collusion between tradition and modernity. In this synthesis, diners can choose from a cake of the Nuns, cheesecake and homemade ice creams, to name a few examples of this proposal. The wines have their place and special treatment.
Of course, an art winery houses the most demanding care temperature and light wines with more personality in different regions: Rioja, Ribera del Duero, Penedes, Wheel ... The customer accesses the sanctuary and personally selects the bottle will taste for food.
In Seville, very close to the church of San Ildefonso, we suggest a restaurant that stands out both for the environment in which it is located as for its exquisite cuisine, Senzone Las Casas del Rey de Baeza (C / Santiago Plaza de Jesus Redemption, 2. 41003, Sevilla. Tel: 954 561 496. www.fuenso.com).
Everything at this breathing Andalusia, from the eighteenth century building in which it is installed, a magnificent example of architecture of Seville, to its roots Andalusian cuisine with a look to the future.
Its wood decor highlights esparto and stone more so thanks to the special light that reaches diners from the courtyard through large windows of glass.
Among the proposals of your letter, include cream gazpacho with ham and egg, or peppers stuffed with bull's tail stew. Among fish, turbot with red wine reduction sauce and asparagus, or cod with aioli foam and stewed tomatoes.
Among meats, braised cheek of the old Iberian cream potatoes, or beef tenderloin with red wine caramel on roasted vegetables. And finally, the desserts, such as foam cheese biscuit cocoa and coffee liqueur or chocolate coulant bitter orange sauce and frozen berries.
READ MORE - Restaurants Week 2011

Everlasting Taste of Colenak Murdi Bandung Indonesia

Everlasting Taste of Colenak Murdi Bandung Indonesia - "Dicocol enak alias colenak", not familiar with the culinary name is very catchy and it's interesting the reader in Bandung? Although you have never tasted the colenak this, but surely you've heard about the snacks though only a flash of Bandung typical right? Or even ever seen a culinary mainstay products of these flowers in supermarkets, hawker center city as well-star hotel?


Well, wonder what the heck abis rich snacks such thing as very Nyunda this? Colenak is made from a tape (a type of traditional fermented food made from cassava and sticky rice) which was burned and stamped by liquid sugar and accompanied by grated coconut. Yum, yum rich maknyus abis ya just imagine the shape, flavor and distinctive sweetness. Hmm .. do not stay long dong daydreaming about the colenak this, we immediately wrote yuk acquaintance same one that Bandung colenak really famous, his name Colenak Murdi, friends!

Yaps, this snack brand name is derived from the name of the merchants who peddle colenak first time in Indonesia, Bandung city exactly who we love, his name is Murdi. It was said nih Pak is already selling Murdi colenak since the 1930's where our homeland is still colonized by the Dutch. FYI, originally the name of confectionary colenak Sunda is not pretty, his first of the late Mr. Murdi is named "peuyeum digulaan" but eventually renamed change colenak (dicocol tasty) as requested by the customers from the street by Mr. Murdi this.
READ MORE - Everlasting Taste of Colenak Murdi Bandung Indonesia

Dreaming of Bali A guide to Indonesian food

Dreaming of Bali A guide to Indonesian food, Whether you're just visiting Bali or making a larger exploration of the Indonesian archipelago, expect to be surprised by Indonesia's spicy, exotic, and altogether unexpected blend of delicious eats. A taste of the tropics, and a taste of home at the same time. Ready to dig in? Keep reading below to begin your exploration of Indonesian (and Balinese) cuisine.

Pizza lovers, did you know Indonesians adore Pizza Hut? True, your typical Indonesian pie probably has more crispy fish pieces, shrimp and corn on it than you're used to back home. And you probably won't find avocado milkshakes as an option at the soda fountain back in Grand Rapids. But the Indonesians in Bali are lovers of pizza much like you and I, dear reader, and unashamedly so.

At this point, more experienced travelers are probably scratching their heads. Who travels to Indonesia and writes about American fast food?? But the truth be known, this odd love for all things pizza illustrates a surprising fact: Indonesians are cultural chameleons when it comes to eating. This immense island nation is a place criss-crossed by trade winds of diverse culinary origin, bringing together influences and ingredients from places as far-flung as China, The Netherlands, India and even Mexico.

The World's Pantry
It was the world-famous islands of Maluku that first put Indonesian cuisine on the world map. Back in the 1500's, this string of remote islands was the only place in the world European traders could find the elusive spice Nutmeg. It didn't take long for the rumors of these fertile tropical islands to spread; soon the English and the Dutch were demanding their piece of the lucrative trade, adding coffee and tea plantations to the mix.

The Europeans were soon mingling with the Chinese, Indian and Middle Eastern traders who already knew Indonesia well, introducing a bewildering array of new foods. Peanuts and chili peppers came from the Americas, leading to Indonesia's ubiquitous sauces: the mouth tingling Sambal and the spicy peanut sauce used to top grilled skewers called sate.
READ MORE - Dreaming of Bali A guide to Indonesian food

Szechuan cuisine in the heart of China

Szechuan cuisine in the heart of China - Szechuan dishes have a sophisticated array of aromas: combine ingredients pickled, smoked and dry, with fresh ones, while balancing wisely spicy chili with sour, sweet and salty.

Their hot and sour soup has won the international favor, as spicy meat dishes and noodles. Szechuan or Sichuan, is situated practically in the geographical center of China. Isolated from the other provinces by mountain ranges, although its population reaches 100 million people, approximately. This area is quite cold in winter, but for many months, Szechuan is hot and humid, which allows many crops. The area enjoyed its peak at the end of the Han Dynasty, about two centuries after the birth of Christ.


It is logical that with such a long historical background, with such a large area and such a large number of people had to develop its own kitchen. A local plant that contributes to give character to Szechuan cuisine, is the small red chilli is used fresh and dry. The chili has delayed effect on the palate: at first, seems to have little taste, but suddenly the whole mouth burns with incredible ferocity, so you should use it with respect. It says that instead of burning the taste buds, making the chili is actually more responsive to other flavors. People have a preference for Szechuan dishes of various flavors tastes like sour, salty, spicy and sweet at the same time.

The hot and sour soup, very popular outside of this area owes its character to the use of vinegar, salt, soy sauce and pepper. The "fish in spicy vinegar sauce" is a way better than any other, to enhance the cool 'sweetness' of fish. The most frequently used in Szechuan sauce, and immediately indicating that the kitchen is in this region, is the "bread tou jian", but is rather a paste that is sold in cans, not bottles. Soybean meal is essentially mixed with ginger, garlic, onion and chilli, finely chopped, but less spicy than chilli alone. Mainly used in sautéed.

Mustard and sesame are widely used in sauces that accompany simple casserole dishes: spicy sesame sauce with boiled chicken and cut into strips, which is a well known side dish called Chicken bang-bang. Spicy mustard sauce served with roast duck trinchadito. They miss a lot of dishes called "fish flavored" and do not contain a single trace of fish. This aroma is due to a very popular sauce made from a blend of ginger, onion, garlic and black beans. It is used in cooked meat or cooked fish.

The preservation of food in this region so isolated is very important. The vinegar and salt (from the extensive salt mines in the region) are used to make a wide range of pickled foods, which are used in cooking or alone. One of the most popular pickled vegetables is a plant of mustard, salt and chilli, which is called "ja ts'ai", chop or carve meat is cooked cortadita. It's an easy way to give the typical dishes of Szechuan air. This pickle is used in other parts of China in the sautéed.
Two other methods used in food preservation are smoking and salting. The flavor of smoked and salted fish are evident in Szechuan dishes. Can be combined with fresh food. The different grades of salt, spicy or sour lead to endless variations.

Also, in many dishes of the region there is a tendency to cook fresh food so that they retain their natural flavor. The freshwater fish and shrimps and prawns of the many rivers, lakes and ponds in the province are steamed or boiled with no seasoning, but are accompanied by spicy sauces.

Country cooking has a long tradition in Szechuan. As the farmers were relatively wealthy, developed a broader repertoire of dishes that the rest of the provinces. Typical of the region are a number of tasty meat, called "three steamed puddings and nine dumps" (eg, pudding, pork, steamed long).

These dishes are usually prepared, usually by putting several layers of ingredients such as meat, fresh or dried vegetables, pickles, potatoes and sauce, in a closed steam and boiling them for several hours, as shown is similar to a Curanto. Over time, the ingredients became more sophisticated and "pudding" became part of China cuisine of this area.

The Szechuan noodle dishes are varied. One of the best known is the noodle "dan dan", which once consisted of cooked noodles tossed with spicy meat sauce and flavored with hot pepper and pickles. Then were added prawns, ground, and chopped dried mushrooms to make a dish known throughout China.
READ MORE - Szechuan cuisine in the heart of China

Black Pepper Ice Cream Bandung

Black Pepper Ice Cream Bandung, es krim sebenarnya sudah tidak asing lagi di lidah masyarakat kita, nah sebagai informasi saja dan siapa tahu bermanfaat ya. Es Krim, siapa sih belum pernah coba? Tapi pernah gak nyicipin es krim rasa Black Pepper? atau Cheddar Cheese? Nah, di Bandung sekarang ada kedai es krim yang menyajikan cita rasa yang unik dan beda ama yang lain. Nama tempatnya Sub 7ero Frozen yang terletak di dalam komplek Margahayu Raya. Kita bisa nemuin rasa eskrim yang beda disini. Black Pepper Ice Cream, merupakan andalan tempat ini. Terus terang di awal saya ragu untuk mencobanya karena gak kebayang bakal enak. Tapi ketika es tersebut sampai ke lidah kita, wuidiihhh, dahsyat. Unik banget, ada rasa pedas yang nyempil di es krim ini yang membuatnya beda. Bener.. rasa black pepper.. Apalagi dengan "guyuran" saus caramelnya... mmmhhhh...


Satu lagi yang asik disini adalah Cheddar Cheese Ice Cream. Es krim rasa keju... Unik banget tapi yummiee banget... Rasa kejunya begitu kental, tapi gak bikin eneg. Ternyata kalo diolahnya bener, asik juga keju jadi rasa es krim. Jempolll...

Buat yang pengen seger-seger rasa buah, ada tiga pilihan yang "bersaing" merebut hati pelanggan. Yang pertama: Pink Guava Ice Cream, Es krim rasa jambu. Yang Kedua: Tropical Fruis Ice Cream, es krim dengan rasa mangga yang nendang. N yang ketiga: Fruits of The Sun Ice Cream, es krim rasa jeruk, ada rasa manis tapi disentil dengan rasa asem-asemnya jeruk. Tiga-tiganya juara...

Buat yang suka coklat boleh pilih diantara tiga pilihan ini: Chocolate Chips, Vanilla Oreo, sama White Chocolate Ice Cream. Tiga-tiganya mantabs, tapi favorit saya White Chocolate. Coklatnya itu loh, "kentel" banget rasanya... Vanila Oreonya juga asik, bener2 kaya makan oreo dalam bentuk es :)

Buat yang suka asem-asem juga ada pilihan es krim yang tersedia seperti: Natural Yoghurt, Wild Berry dan Cherry Balsamic. Nah yang ini terus terang belum sempet nyobain. Pe-er buat temen2 semua buat nyicipin n kasih comment disini :)

Compare dengan berbagai kedai es krim lainnya, saya pikir harga di Sub 7ero ini cukup bersaing. Satu single scoop cukup ditebus dengan harga Rp. 8500 dan untuk yg double hanya Rp. 14.000. Kalo mau tambah topping tinggal tambah Rp. 1500 / topping. Ada berbagai pilihan seperti saus caramel, saus coklat, saus strawberry, coco crunch, astor, coklat m&m dan sebagainya. Kita pun bisa bawa pulang dengan memilih Paket 6 rasa dengan harga hanya Rp 33.000 aja, rasanya boleh kita pilih sendiri, bebas...

Para pelaku kuliner Bandung memang terkenal akan kreativitasnya. Olahan menarik dari es krim ini salah satu contohnya. Sub 7ero ini bahkan sudah diliput TV swasta loh, saking uniknya. Cuma untuk menemukan kedainya agak sulit karena berada di tengah-tengah komplek perumahan besar dan belum banyak orang tah. Kalo emang bener-bener pengen kesana, kontak saya aja deh yah hehehe. Tapi kalo udah mencicipi es krim ini, dijamin gak kan nyesel...

Sub 7ero Frozen Ice Cream
Jl. Saturnus Tengah No 12, Margahayu Raya - Bandung
READ MORE - Black Pepper Ice Cream Bandung

NGOPDOEL alias Ngopi Doeloe Starbucks nya Bandung

NGOPDOEL alias Ngopi Doeloe Starbucks nya Bandung - Gila dikatain kamseu ma sohib di facebook gara gara ga tau Ngopdoel alias ngopi doeloe, nah biar ga dikatain kamseu juga sama temen2 bagi anda yang belum tau apa itu Ngopdoel, baca sampe abis artikel dibawah ini, informasi bagi anda maniak coffe dan internet, so disini selain tempat nongkrong juga bisa hot spot.


Kalo lagi main di Bandung, coba tanya orang-orang sana di mana cafe yang enak buat nongkrong berlama-lama sambil internetan. Pasti mayoritas jawabannya adalah Cafe Ngopi Doeloe.

Tempat yang sangat cocok untuk bersantai sambil menikmati sajian kopi yang nikmat ditemani dengan akses wi-fi yang gratis. Kalau sudah pernah mampir di Ngopi Doeloe sebelumnya, pasti ingin kembali lagi untuk sekedar menikmati kopi atau bertemu teman di Ngopi Doeloe. Sayangnya Ngopi Doeloe hanya buka sampai pukul 23.00.


Cafe yang biasa disingkat jadi Ngopdoel ini punya beberapa cabang, tapi yang paling rame adalah yang di Jl. Hasanuddin dan Jl. Teuku Umar. Dua-duanya terletak di kawasan Dago. Nggak susah dicari, karena pintu masuknya menyala terang dengan neon sign merah, dan biasanya jalanan di depannya selalu penuh dengan mobil-mobil yang parkir.

Menu utama dan andalannya apa? Wi-Fi.

Yup! Meski punya puluhan jenis makanan dan minuman dalam daftar menunya, sebagian besar pengunjung Ngopdul adalah orang-orang yang mencari Wi-Fi. Selain gratis dan koneksinya lumayan kenceng, nongkrong sambil berlama-lama internetan di Ngopdul juga aman karena nggak usah khawatir diusir. Toh, kapasitas tempat duduknya banyak.

Tapi tentunya nggak asik dong kalo internetan nggak sambil nyeruput minuman atau ngemil-ngemil. Nah, dari berbagai macam pilihan minuman yang ada, mungkin kamu bisa cobain salah satu andalan mereka yaitu Frozen Cookies and Cream. Harganya nggak nyampe Rp 20 ribu dan disajikan dalam gelas ukuran besar. Berbagai macam Italian Soda juga tersedia, selain tentunya beberapa jenis minuman kopi (iya lah, nama cafenya aja Ngopi Doeloe).

Untuk makanan, harganya bervariasi dari Rp 10 ribu sampa Rp 30 ribu. Dari mulai roti bakar, indomie rebus, sampai steak dan spaghetti, semua ada!

So, ngopi dulu yuk di Ngopi Doeloe!

Alamat Ngopdoel :

Jl.Hasanudin no 7
Jl.Purnawarman no 24-26
Jl.Banda No.25 (Banda Boutique Outlet)
READ MORE - NGOPDOEL alias Ngopi Doeloe Starbucks nya Bandung

Mie Baso AKUNG Bandung

Mie Baso AKUNG Bandung - Tak sedap sepertinya kalau jalan jalan ke bandung tidak mencicipi mie baso, memang jajanan baso ini banyak tersebar di berbagai sudut kota bandung, salah satu mie baso yang sudah banyak penggemarnya adalah Mie Baso AKUNG yang terletak di jl lodaya, mencoba mencicipi baso yang satu ini memang tidak mengecewakan. hmmmm yummy. "Belum berwisata kuliner di Bandung kalo belum ke Akung", itu yang pernah dikatakan teman saya mengomentari salah satu ikon kuliner di kota Bandung ini. Saya sendiri pertama kali mengenal Mie Baso Akung ketika masih SMA, masih berlokasi di daerah GOR Saparua dan menempati bangunan semi permanen. Zaman saya kuliah, tiba-tiba saya kehilangan Akung yang ternyata pindah ke Jl. Lodaya 123 dan menempati rumah yang tentunya lebih baik dari lokasi sebelumnya. Kalau datang pada jam makan siang atau hari libur, mungkin anda harus bersabar untuk menunggu mendapatkan meja, saking penuhnya tempat ini. Sebenarnya apa saja sih yang bisa kita nikmati di tempat ini?

Mie Yamin Baso Ceker, mie yamin ini diracik khusus sehingga bumbunya benar-benar merata ke seluruh mie sebelum sampai ke meja kita. Bisa memesan Yamin Manis, Sedang atau Asin, sesuai selera. Dan bagi yang tidak mempunyai usus yang panjang atau lambung yang cukup besar, saya sarankan untuk memesan 1/2 porsi saja, sudah sangat cukup koq. Karena jika kita satu porsi mie ini membutuhkan ruangan yang cukup besar di perut kita. Sebagai pendamping, tersedia pilihan variasi BPTSC (Baso - Pangsit - Tahu - Siomay - Ceker) yang disajikan dalam kuah dengan aroma yang "mengundang". 


Es Teler Durian, sebenernya favorit dessert dari tempat makan ini adalah Es Durian, tapi karena saya bukan maniak durian, maka saya pesan es teler durian aja. Kelapa muda, agar-agar, kolang-kaling dan tentu saja buah durian merupakan campuran dari minuman segar ini. Duriannya sendiri berbentuk gelondongan utuh, tidak dilumerkan seperti di Es Durian Ganti Nan Lamo di Padang. Tapi kalau anda datang di atas jam 2 siang, jangan terlalu berharap dapat menikmati es durian ini, biasanya sudah habis. 


Jadi, lengkapilah wisata kuliner di kota Bandung anda dengan mencicipi Mie Baso Akung. Tapi jangan datang ke tempat ini hari Jumat karena tutup. (www.banyumurti.net)

Mie Baso AKUNG Bandung
Jl. Lodaya No.123 Bandung
READ MORE - Mie Baso AKUNG Bandung

Bakso Malang Enggal - Burangrang Bandung

Bakso Malang Enggal - Penggemar bakso dimanapun anda berada, masih diseputar bandung saja, ada bakso yang tidak boleh dilewatkan kalau anda sedang berada di daerah kota bandung, coba anda menyempatkan untuk mencicipi bakso yang satu ini, namanya BAKSO ENGGAL. Bakso malang merupakan salah satu varian makanan ini. Di kota Bandung, Bakso ENGGAL yang berlokasi di Jl. Burangrang No.12 (dekat SMA BPI).


Sudah beberapa kali saya tidak jadi singgah di tempat ini gara-gara setiap kali mau masuk antrian orang yang tengah mengambil makanannya cukup panjang, padahal ketika jaman SMA dulu, bakso malang Enggal hanya gerobak kaki lima, yang berada di seberang tempatnya sekarang ini. Apa sih rahasianya? Yaaa, jangan tanya saya, tanya ama yg punya kali yah hehehe


Masuk ke tempat makan ini, kita diminta langsung memilih "isi" mangkuk kita. Untuk yg kering tersedia siomay goreng, baso goreng dan kresol Sedangkan untuk basahan kita bisa mengambil siomay, tahu baso, bakso besar urat, bakso besar halus dan bakso kecil. Supaya mudah, kita juga dapat memesan 4 paket yang disediakan. Paket A yang berisi semua item di atas dapat dinikmati dengan harga Rp. 8000 (sudah termasuk teh botol). Setelah memilih, maka kita dapat langsung membayar dan pesanan kita akan dibawakan ke meja yang tersedia.


Semangkuk bakso malang hangat dapat segera kita santap untuk menemani dinginnya udara bandung. Anda bisa mengunjungi Bakso Malang ENGGAL mulai pukul 9 pagi sampai dengan 10 malam, semakin larut biasanya tempat ini semakin ramai, apalagi saat weekend. Selamat mencoba....
READ MORE - Bakso Malang Enggal - Burangrang Bandung

Es Duren dan Mie Ayam Kantin Sakinah Bandung

Es Duren dan Mie Ayam Kantin Sakinah Bandung - Jalan jalanya masih seputar bandung, nah sekarang nyasar lagi di tempat makan yang enak banget, yaitu mie ayam dan es duren di kantin sakinah, entah mengapa kantin ini dinamai Sakinah. Bisa jadi pendirinya bercita-cita punya keluarga yang ideal. Tapi buat warga Bandung, terutama anak-anak mudanya yang jadi konsumen terbesar tempat makan yang polanya mirip food court ini, cuma ada dua yang dicari di sini, yaitu es duren dan mie ayam.

Mie Ayam Sakinah

Mie Ayam Sakinah emang beda... Mienya lebih "nyemek" (kalo boleh pinjem istilah mie Jawa), bumbunya lebih "cakep" n ayamnya "bener-bener daging ayam" (gak cuma potongan sisa ayam seperti leher). Yup itu yang memang membedakan Mie Ayam Sakinah ini dibanding mie ayam lainnya yang bertebaran di kota Bandung maupun kota lainnya. Sedikit lebih mahal memang karena satu porsi Mie Bakso Pangsit dihargai RP. 9rb, dan masalahnya satu mangkok mie ayam di tempat ini tidak pernah cukup :))

Es Duren Sakinah
Kalo udah ke tempat ini gak boleh terlewat cobain juga Es Durennya... Dengan harga Rp 15rb kita bisa menikmati satu porsi berisi 6-7 butir durian yang dipadu dengan es serut dan susu kental manis. Es Duren di tempat ini memang salah satu yang dicari para pelanggannya. Jadi kayanya sudah satu paket Mie Ayam + Es Duren. Suegernya manteb lah...

Bisa coba juga variasi es duren lainnya seperti Es Durian+Susu+Keju (dahsyat gak tuh?), Es Durian Alpukat, Es Durian Kacang, Es Durian Gula Merah dan lain-lain. Saya sendiri mencoba perpaduan Es Durian Aplukat yang bisa ditebus seharga Rp. 17rb.

Mie Ayam Sakinah sendiri sebenarnya nama populer dari Mie Ayam Baso "MAS JOKO". Disebut Mie Ayam Sakinah karena mereka berjualan di semacam pujasera yang bernama "Kantin Sakinah" yang berjualan bersama aneka makanan lainnya seperti es duren, siomay, gado-gado dan lain-lain. Pertama mengenalnya jaman kuliah tahun 90an dulu, karena terletak tak jauh dari kampus, yaitu di Jl. Tubagus Ismail I. Namun sekarang tempatnya sudah pindah tepat di seberang tempat yang lama masih di ruas jalan yang sama. Mie Ayamnya masih yang lama tapi penjaja Es Durennya sudah berbeda. Katanya Es Duren yang lama buka gerai baru di Jl. Tubagus Ismail Raya-nya. Jadi buat yang mencari wisata kuliner Bandung yang murah tapi mantab silakan meluncur ke Jl Tubagus Ismail I (kawasan Jl. Dago).
READ MORE - Es Duren dan Mie Ayam Kantin Sakinah Bandung

Segernya Yoghurt Cisangkuy Bandung

Yoghurt Cisangkuy Bandung - Cuaca bandung yang biasanya dilanda hujan dari pagi sampe sore, akhir2 ini kembali panas, untuk itu untuk menyegarkannya bolehlah untuk memilih minuman yang dingin dingin, apa itu, saya pilih Yoghurt Cisangkuy Bandung az biar mantap dan seger. Bandung memang menjadi surga bagi kamu yang mencintai wisata kuliner, dengan banyaknya kuliner lokal dengan cita rasa khas, Bandung pun terkenal dalam meramu sajian baru dengan gaya modern tetapi tetap dengan sentuhan lokal nya. Nahh apabila kamu pencinta minuman yoghurt, dan sedang berada di Bandung gak ada salahnya kamu melipir ke Yoghurt Cisangkuy, tempat nyeruput yoghurt yang sangat legendaris. 



Cisangkuy sendiri diambil dari nama jalan lokasi tempat wisata kuliner ini berada. Terletak di daerah Gedung Sate, selain menyajikan minuman yoghurt yang sangat segar, tempat ini juga menjual suasana yang sejuk khas kota Bandung, dengan rindangnya pepohonan baik di dalam halaman rumah maupun di luar rumah yang merupakan salah satu taman kota di Paris van Java ini. Yang membuat Yoghurt Cisangkuy ini terkenal di seantero Bandung adalah cita rasanya yang berbeda dengan yoghurt yang rasanya sangat asam seperti pada umumnya.

Yoghurt Cisangkuy tidak terlalu asam (bahkan cenderung manis) serta tidak terlalu kental. Menyediakan dalam berbagai rasa seperti strawberry, anggur, lychee, vanilla, mocca dan banyak lagi. Selain itu kamu juga bisa memilih cara penyajiannya lho, ada yang di juice (buah dan yoghurt di blend bersama), non juice (buah dan yoghurt tidak diblend) atau special juice (buah dan yoghurt di blend bersama plus potongan buah segar yang menyertainya), seru ya. Semua pilihan sajian yoghurt ini bisa kamu dapatkan dengan harga yang relatif cukup murah yaitu berkisar antara 7ribu sampai 9ribu Rupiah saja.cisangkuy2 Yoghurt Cisangkuy pun tidak hanya menjual yoghurt tetapi ada banyak sajian lain yang memang diperuntukkan sebagai makanan yang menemani si yoghurt tersebut seperti Burger, Hot dog, Kentang goreng, Cream Soup , dan lain-lain. Yuk ke Jl. Cisangkuy (daerah Jl. Diponegoro/Gedung Sate/Gasibu). Disana kamu akan melihat jejeran mobil yang lagi parkir, yang penumpangnya mungkin sedang menikmati segelas yoghurt dingin di Yoghurt Cisangkuy.

CISANGKUY CAFE
Jl. Cisangkuy No. 66 Bandung.
Telepon: (022) 7273956.
Jam buka: Indoor 08.00-17.00. Outdoor s/d 20.30 WIB.
READ MORE - Segernya Yoghurt Cisangkuy Bandung

Pizza Tungku Cafe Asix Bandung

Pizza Tungku Cafe Asix Bandung - Gimana ya nulis Kafe dengan ejaan indonesia, Cafe apa Kafe, ga masalah ya yang penting tujuannya sampe, nah bagi pecinta kuliner seperti saya hehehehe, ga apdol kalo pas jalan jalan nggak mampir ke cafe yang satu ini, pa bila anda sedang dan lagi berada di kawasan Jalan Talaga Bodas Bandung, coba deh mampir ke Cafe Asix namanya, dimana di Kafe Asik ini tempatnya enak, di daerah Bandung bawah gitu agak jarang bisa nemu tempat makan yang nyaman dan unik seperti Cafe Asix. Ada dua lantai, suasananya agak remang-remang, cocok buat yang mau pendekatan dan nembak hehehe.. yaitu dengan cara makan Pizza sambil ngobrol, asik khan.

Pizza nya Kafe Asix adalah jenis Pizza Itali yang tipis dan dipanggang langsung di Tungku, bisa diliat di bagian depan Kafe Asix.


Di resto khusus makanan Itali begini, saya selalu penasaran coba Lasagna nya. Ternyata nggak terlalu enak, we should stick to The Pizza :)


Yang enak banget ini nih, Es Peuyeum. Ini beneran harus dicoba kalau mampir kesana. Es Peuyeum dipotong kecil-kecil, pake stroop merah, slurp!!


Cafe Asix beralamat di Jl. Talaga Bodas No. 25 Bandung. See you there ? see u nex time..
READ MORE - Pizza Tungku Cafe Asix Bandung

Batagor Kingsley Kuliner Khas Bandung

Batagor Kingsley Kuliner Khas Bandung - Jalan jalan ke kota Bandung tidak nikmat rasanya kalau tidak mencicipi kuliner khas bandung yaitu batagor alias baso tahu goreng, naha bagi anda yang sudah menginjakan kaki di kota bandung boleh lah mencoba batagor yang satu ini yaitu Baso Tahu Goreng alias BATAGOR, sudah identik dengan kuliner khas Bandung. Banyak wisatawan domestik pasti akan mengejar Batagor dan Mie Kocok jika sudah sampai di Bandung. Salah satu penjaja Batagor yang namanya sudah cukup melegenda adalah BATAGOR KINGSLEY. Kenapa batagor ini bisa menonjol? Menurut saya karena kualitas rasanya yang ajiibb banget... Kelembutan tahunya terjalin indah dengan kanji ikan yang memberikan aroma khas dan digoreng dengan tingkat kematangan yang pas. Tampaknya pemilihan kualitas bahan memang menjadi prioritas pengelola Batagor ini. Selain itu juga kita bisa memadukannya dengan siomay goreng yang tak kalah enaknya. Perbedaannya adalah kalo batagor menggunakan tahu sebagai pembalutnya sedang siomay menggunakan kulit pangsit.

BATAGOR KINGSLEY, Jl. Veteran No. 25, Bandung

Batagor Siomay

Es Sekoteng

Jangan lupa mencoba ES SEKOTENG yang dijajakan di depan tempat makan ini. Walaupun belum setenar Es Bungsu yang ada diseberangnya, tapi es sekoteng ini bisa memberikan rasa manis dan segar yang memanjakan indera pengecap kita. Kelapa muda, alpukat, kolang-kaling, nangka dan tentu saja sekoteng, dipadu di atas serutan es dan guyuran susu kental manis. Walaupun udara bandung dinging, tetep aja es sekoteng ini saya rekomendasikan untuk menemani hidangan batagor Anda. (www.banyumurti.net)
READ MORE - Batagor Kingsley Kuliner Khas Bandung

Berhenti di Purwakarta Beli Lotek Cukup Rp 3.000

Jika Anda berwisata ke Yogyakarta atau beberapa kota di Jawa Tengah, Anda akan menemui makanan kembaran gado-gado ini. Namanya lotek. Makanan yang ternyata juga banyak terdapat di daerah Purwakarta memiliki banyak kesamaan dengan gado-gado.

Kesamaannya antara lain terletak pada isi dari lotek sendiri, yaitu sayur-sayuran yang dipadu dengan bumbu kacang. Bedanya, sayuran pada gado-gado lebih lengkap ketimbang lotek.

Di dalam gado-gado juga biasanya ditambahkan tahu, tempe, atau telor, serta tambahan jeruk limau. Namun, Anda tidak perlu kecewa karena harga lotek sangat murah. Cukup mengeluarkan uang Rp 3.000, Anda sudah bisa mendapatkan satu porsi lotek lengkap dengan ketupatnya. Namun, jika tanpa ketupat, maka harganya hanya Rp 2500.

Masalah rasa yang gurih tidak kalah dibanding gado-gado. Berminat mencoba? Sebelum menuju Kota Bandung, mampirlah ke Purwakarta sebentar. Selamat berlibur.
READ MORE - Berhenti di Purwakarta Beli Lotek Cukup Rp 3.000

"Bakmi Jawa" in Pasundan Bandung

Nyemek noodles or noodles with sauce, it presented a little hot on the table. In addition to the tea pot noodles tersuguh with rock sugar. While the Javanese style Walang snicker coming from Waljinah mbakyu voice. That sensation offered Java Jowo DU67 noodles shop in Bandung, West Java.

The name is an acronym for DU67 Dipati Ukur, the name of the street where the shop was located and the number clarify the position of the 67 stalls. In the name of the Java noodles still frills Original description Gunung Kidul. Gunung Kidul is a district in Yogyakarta Special Region. Residents in several villages in the district, especially from Sub Wonosari, many sellers mi berpenghidupan as what became known as the Javanese noodles.

The definition of noodles or noodles Java Java Gunung Kidul version of this noodle is cooked with basic spices and hazelnut garlic. The materials are ground using a mortar.

"We've used the mixer to smooth the onion and pecans, but the result is not good. The smell of perfume did not come out," said Murtioso Salimoen (57), owner of noodles Jowo DU67.

Spices were added various material elements to taste like tomatoes, scallions, and fried onions. Also be added on egg noodles that are deep fried first before mixed with the noodles. Added also the first chicken boiled and then fried just before mixed with noodles.

Noodles cooked by simmering, in a written godhog Java language, and fried. There is also nyemek mi. This Java language, which means water conditions, but not too much. Nyemek noodles served with water the size of about 20 percent of the size of a standard godhog noodle soup.

Pain and how it is grown Javanese noodles near Gunung Kidul sense of originality. This shop such as using charcoal as fuel as used noodle maker in Gunung Kidul. The heat from the charcoal, according Murtioso, considered the most ideal to produce the scent of pecan and garlic.

With charcoal, the heat stored in the thickness of the pan (steel pan) can be absorbed by the material perfectly. "This is different from the fuel gas that can absorb less heat," said Murtioso, mechanical engineer graduate of ITB and had been president of a state.

"We've tried with coal briquettes, but it felt like there was a sense of sulfur in the cooking," said Murtioso.

Charcoal stove was installed in the front of the shop. To maintain the stability of heat, wind diembusi furnace with a device called a blower.

How to approach a sense of Gunung Kidul originality is also sought by calling the chef from Gunung Kidul. The cook to give training to workers who also imported from Paliyan Village, District Wonosari, Gunung Kidul.

Java is hot noodles were advised to eat while still warm. If you brought home and wrapped using plastic bags, should be eaten immediately. Mi prolonged heat stored in enclosed places will be too soft, mushy, or medhok. In addition, the intensity of the delicious aroma of onion and pecan are also reduced.

Tea pot

In addition to noodles, this stall also provides a menu godhog noodles, rice noodles nyemek, and rice godhog. Spices and how to make it equal to godhog and nyemek mi. There were chaotic fried rice in the form of mixed fried rice noodles and vermicelli. Chaotic is the Java language, which means a mess.

To try at this stall is the tea pot that was rough on the tongue with a taste-Sepet Sepet fresh. Assorted tea scented with jasmine fragrant delicious. This shop used used tea Gunung Kidul citizens, among others, tea whip. Sepet Sepet taste fresh-scented savory appeared well when served hot tea, hot or cold with ice. Tea can be enjoyed with rock sugar, white sugar, or no sweetener at all, terpulang in taste.

"We deliberately chose tea from South Mountain to provide another taste of the tea-tea commonly served in Bandung," said Murtioso.

Sense of the expected Java emerged from noodles and tea was reinforced with Javanese atmosphere presented with style songs juices Java or a mix, ranging from singer Waljinah until Manthous. Shop was also built using gedhek or walls with woven bamboo poles of bamboo. Not forgetting, belangkon or waitress wearing a head covering and dressed in typical Javanese batik. That atmosphere of Java to accompany their meal of noodles anywhere in the land of Java Pasundan.
READ MORE - "Bakmi Jawa" in Pasundan Bandung